thumbnail

On January 06, 2018 with 3 comments

Di Pangkuan Ayahanda, Dara Cantik Meninggal Saat Tadarus Al-Qur'an dan Berpuasa Sunnah, Postingan Terakhirnya Dibanjiri Ungkapan Duka
kolase | istimewa
Kepulangan Andi Sitti Aisyah Ira Susmita Baranti yang begitu mendadak mengejutkan orang-orang terdekat bahkan yang sempat mengenalnya.
Tak sakit dan tak mengalami kecelakaan apapun, dara cantik yang akrab disapa Ica ini meninggal secara mendadak saat bertadarus Al Quran, Kamis (4/1/2017).
Bahkan di hari-hari jelang kepergiannya, tak ada tanda-tanda Ica bakal pergi di usianya yang masih muda.
Tak pelak, hal ini membuat keluarga dan teman-temannya heran, sebab malam sebelum Ica menghembuskan nafas terakhirnya, ia masih sempat saling bertukar kabar melalui jejaring chatting.
Lulusan terbaik Universitas Hasanuddin ini diketahui baru saja kembali selepas pulang ke kampung halamannya di Bone.
Ia tiba di Makassar, Kamis pukul 02.00 dini hari waktu setempat, setelah malamnya bertolak dari Bone.
'Kepergiannya' menjadi viral sebab menyentuh hati begitu banyak orang.
Pemilik akun Facebook, Fhitry Fhadil menceritakan detil kepergian Ica:
"Sebelum Adzan subuh berkumandang, Icha siap-siap ke mesjid Raodathul Jannah untuk melaksanakan shalat
subuh berjamaah.
Setelah shalat subuh Icha tidak langsung pulang, tapi mampir dimasjid untuk mengaji sejenak. Setiba di rumah Icha menyempatkan cuci piring. Lagi-lagi kebaikan itu menyapa Icha. Saat itu Icha menanyakan ke Kakaknya “ Ka’ Pakai Al-Qur’an saya nggak? Sang Kakak menjawab tidak Adek”.
Kemudian Icha muroja’ah
Hafalan di depan Ayahnya. Sembari muroja’ah Hafalan, tiba-tiba Icha seperti orang yang akan pingsan dan
bersyahadat “ LAILAHAILLAH”.
Diluar prasangka Ayahnya yang pada saat itu berada dipangkuannya, ternyata
Icha putri cantik Maa Syaa Allah berada pada zakaratul maut.
Sang Ayah heran seolah-olah anaknya hanya pingsan dan bermain-main karena tanda-tanda zakaratul maut sangat berbeda dengan sebagian orang yang telah
meninggal sebelumnya.
Icha Pergi dengan begitu lembut dan tenang seperti Akhlak dan adab yang telihat  diparasnya dalam perjalanan hidup dunia ini," tulis Fhitry Fhadil.
Sementara itu pemilik akun Andi Salwaty Pawawo juga mengaku syok mendengar kepergian Ica.
Ia juga mengenang pertemuan terakhir mereka sebelum Ica berpamitan menuju Makassar:
"Masya Allah , terahir bertemu dgn gadis cantik yg anggun , saat Asramaan Hadus besar Ibnu Maja di Pesantren Walibarokah Kediri, dpt berita , kutlpn Ibundanya Andi Ratna , isak tangis tak trbendung lg, Sungguh" khusnul khotimah , SURGA firdaus tempat mu Putri sholeha , dukaku yg sangat dalam," ungkapnya.
Andi Salwaty Pawawo menambahkan, saat berpamitan ke Makassar untuk mencari rezeki, Ica pamit pada ibunya sembari mencium kaki.
"Saat akan ke Makasar, Andi Ica pamitan sambil tunduk mencium kaki ibunya , Masya Allah," ungkapnya.
Postingan terakhir dibanjiri ungkapan duka
Ica terhitung jarang menggunakan jejaring sosial Facebook.
Dari pantauan Grid.ID, pemilik akun Aisyah Bahar ini terakhir kali menggunggah postingan pada 13 September 2017.
Pada postingan terakhir itu, Ica membagikan kembali postingan yang ia unggah 4 tahun silam:
Bagi saya sejahtera itu berbagi Harmoni d mana saja, kapan saja, dan pada siapa saja.
Dan orang uang paling melarat adalah orang yang tidak ada syukurnya dan tidak menikmati hidupnya.
Love u all 
Unggahan terakhir ini pun dibanjiri ucapan duka cita baik dari kerabat bahkan orang-orang yang telah membaca kisah 'kepergian' Ica yang khusnul khotimah:
Dhita SuziyantiAssalamualaikum,,Innalillahi wainnailahi rojiun,,saya turut berduka cita atas meninggal.y Aisyah Bahar,,jujur saya tdak mengenal sama skali sama beliau,,tetapi saya yakin beliau orang baik..melihat dri postingan rekan".y sekalian,,Inshaa Allah beliau khusnul khotimah dan di terima di sisi-Nya,,aamiin
Serta keluarga yg di tinggalkan di berikan ketabahan dan kesabaran pula aamiin….
#Al-Fatiha
Listyani Eli R Do'a terbaik untukmu adek…
Yunus Asyiddiq Masya allah….inilah wanita shalehah. Meninggal dalam keadaan sedang beribadah.ya allah…ya rob. Cita-cita semua umat muslim meninggal seperti beliau. Saya yakin seyakin yakinnya. Aisyah calon syurga yang sangat pasti.amin…..
thumbnail

On December 22, 2017 with 3 comments



Secara resmi Pemerintahan Brunei Darussalam telah menerapkan hukuman rajam bagi para pel’aku LGBT dan pelaku zina, sejak 3 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan April tahun 2014.
Kesultanan Brunei telah merevisi hukum pidana negara dan menggantinya dengan hukum syariah. Dalam hukum baru, eksekusi mati dengan rajam bagi para pelaku zina, hubungan di luar nikah, perkosaan, dan sodomi yang biasa dilakukan kaum gay.
Hukuman mati juga akan diberikan atas dakwaan penistaan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits, mengaku nabi, dan pembunuhan. Revisi undang-undang berlaku sejak Selasa 22 April 2014.
Sementara menanggapi Keputusan pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah, Komisi Tinggi HAM PBB (UHCHR) mengecam keras. Dalam pernyataannya, Komisaris UHCHR Rupert Colville mengatakan bahwa hukuman mati untuk berbagai tindakan yang disebut adalah pelanggaran hukum internasional.
“Kami mendesak pemerintah menunda penerapan revisi hukum tersebut dan melakukan peninjauan yang komprehensif untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar hak asasi manusia internasional,” kata Colville.
Protes juga telah disampaikan oleh kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual), Gill Action, dengan membatalkan acara konvensi yang rencananya akan digelar di Beverly Hills Hotel, Amerika Serikat, 1-4 Mei mendatang. Hotel tersebut adalah milik Dorchester Group yang dikendalikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah.
Walaupun menerapkan hukuman mati dalam undang-undangnya, namun eksekusi tidak pernah dilaksanakan di Brunei sejak tahun 1957. UHCHR mendesak Kesultanan Brunei melakukan moratorium formal eksekusi mati dan menghentikannya.
Khusus umat Islam
Penerapan hukum Syariah tahun 2014 diumumkan Sultan Bolkiah. Hukuman ini hanya akan diberlakukan untuk umat Islam di negara tersebut, yang jumlahnya sepertiga dari populasi keseluruhan 420.000 orang.
“Ini karena kami butuh pada Allah yang Mahakuasa, dengan segala kemurahanNya, telah menciptakan hukum untuk kita, sehingga bisa menegakkan keadilan,” kata Bolkiah saat itu.
Selain rajam, pidana syariah memuat hukuman potong tangan bagi pencuri. Namun untuk menerapkan hukum ini tidak semudah yang dibayangkan, ada aturan yang ketat.
Potong tangan hanya akan dijatuhkan bagi barang curian mencapai senilai atau lebih dari seperempat dinar (4,25 gram emas). Kurang dari itu adalah penjara. Sementara hukum rajam hanya diberlakukan untuk pezina yang telah menikah, dengan dihadirkan empat orang saksi laki-laki yang melihat perzinahan itu dengan gamblang.
Sementara itu, yang belum menikah akan dihukum cambuk 100 kali. Hukuman cambuk juga diberikan bagi pengonsumsi khamr atau minuman keras. (demokrasi.co)
thumbnail

On August 29, 2017 with No comments

Jagat Facebook kembali dihebohkan dengan pernyataan dedengkot syiah Indonesia bahwa tuhan mereka tidak sama dengan tuhannya orang Muslim, sebagaimana screenshoot status Emilia Renita AZ -isteri Jalaludin Rahmat- diposting secara viral di Facebook pada Selasa (7/10/2014).

Dalam statusnya, Sabtu (4/10), Emilia mengutip tokoh syiah Al-Gharawi yang mengatakan bahwa, “Tuhan kita (syiah) adalah tuhan yang menurunkan wahyu kepada Ali, seangkan tuhan yangmenurunkan wahyu kepada Muhammad maka bukan tuhan kita. Shollu ‘Ala Nabii……”


Sontak Muslimin pengguna media sosial, terutama Facebook, menganggap ini bukan main-main. Pasalnya, dengan status tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa JELAS #syiah_bukan_Islam.

Dengan demikian, banyak Muslimin pengguna Facebook merasa “heran jika di Indonesia masih ada saja Ummat Islam yang mengaku Sunni tetapi masih getol membela syiah yang sesat dan menyesatkan itu”.

Bahkan di antara pemberi komentar ada yang mengaakan bahwa jika mereka bukan Islam, maka haram bagi syiah untuk mendirikan Sekolah Islam Terpadu. Bukankah mereka tidak mengakui Allah subhanahu wata’ala yang telah mengutus Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam sebagai khataman Nabi?

Selain itu, ada pula yang mempertanyakan, “Jika syiah tidak mengakui Nabi Muhammad, lantas nabi yang mana yang mereka beri shalawat?” Jangan-jangan praktik shalawat yang marak dilakukan di masyarakat saat ini juga tercemar shalawat versi syiah. Na’udzubillahi min dzalik. (Arrahmah.com/Syiahindonesia.com)