thumbnail

On January 02, 2018 with 2 comments



Cinta ibu pada anak memang tak ada duanya.
Kita sudah sering mendengar kisah tentang seorang ibu yang amat sayang pada anaknya dan bahkan cenderung protektif.
Tetapi, kali ini berbeda.
Ibu asal Tiongkok ini malah menyakiti orang lain karena ingin melindungi anaknya.
Seperti yang Tribunnews lansir dari The Coverage, insiden terjadi di Tongshan, Hubei pada 8 Desember lalu.
Seorang ibu membawa anak laki-lakinya yang berusia 4 tahun ke rumah sakit untuk disuntik.


Ibu tendang suster hamil
Menurut laporan South China Morning Post, seorang perawat bernama Zhu (38) saat itu ditugaskan untuk memberikan suntikan pada bocah itu.
Zhu sudah meminta anak itu untuk berhenti bergerak-gerak agar proses suntik berjalan cepat dan benar.
Namun beberapa saat kemudian, si anak mulai menjerit kesakitan.
Melihat anaknya kesakitan, si ibu tak suka.

Ibu tendang suster hamil
Ia kemudian marah pada suster Zhu dan menjambak rambutnya.
Tak hanya itu, si ibu juga mendorong Zhu dan menendangnya tepat di bagian perut.
Padahal, suster Zhu sedang hamil 6 minggu.
Dalam video yang beredar online, terlihat suster lain yang mencoba menarik ibu yang marah itu dari Zhu.
Ketika pertikaian berhasil dilerai, Zhu tampak terduduk di lantai, memegangi perutnya, dan menangis.

Ibu tendang suster hamil
Zhu mengalami pendarahan saat itu dikirim ke bagian kebidanan dan ginekologi.
Ia mengalami abortus iminen atau aborsi terancam.

Ibu tendang suster hamil
Sementara itu, suami dari ibu yang marah-marah itu, Xu Lianglu, dipecat meski ia tidak terlibat secara langsung pada insiden itu.
Xu Lianglu merupakan kepala Biro Penegakan Manajemen Perkotaan.
Pemerintah daerah mengeluarkan pernyataan pemecatan tanpa memberikan rincian insiden tersebut.

Pernyataan Ibu tendang suster hamil
Nama ibu yang marah-marah itu tidak disebutkan dalam laporan, namun netizen kemudian berhasil mengidentifikasinya dan ia kemudian menjadi subyek investigasi polisi.
Netizen yang mengecam kasus ini pun berharap suster Zhu bisa pulih dengan cepat dan bayi dalam perutnya bisa diselamatkan.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
thumbnail

On January 02, 2018 with 1 comment


 Keluarga ini alami kejadian tak mengenakkan saat rayakan Natal bersama.
Natal menjadi momen keluarga yang paling ditunggu-tunggu umat Kristiani di seluruh dunia.
Setiap keluarga punya perayaan Natal yang berbeda-beda.
Namun, biasanya saat momen Natal akan diadakan acara tukar kado dan makan bersama.

Seperti halnya saat momen Lebaran, makan besar bersama juga diadakan saat Natal.
Setiap negara punya menu Natal yang berbeda-beda pula, termasuk di negara Filipina.
Saat Natal, para keluarga biasanya memesan makanan yang disebut lechón.
Lechón berasal dari bahasa Spanyol yang berarti babi panggang.
Makanan ini populer di Spanyol dan negara-negara jajahannya termasuk Filipina.

Lechon/babi panggang
Makanan ini termasuk menu mewah di setiap acara makan besar.
Tapi, sebuah keluarga kaget saat membuka babi panggang yang akan mereka santap saat Natal.
Kejadian ini dibagikan oleh akun Facebook Clint Anthony Lim pada Senin (25/12/2017).
Keluarga asal kota Bacolod memesan lechon utuh untuk acara makan bersama saat Natal.
Lim membeli lechon tersebut dari Milagros Lechon di terletak di area tempat tinggal mereka.
Bukan menu yang murah, babi panggang ini dibeli seharga 5000 Peso Filipina (Rp1,3 juta).
Ukuran babi tersebut cukup besar dan cukup untuk dinikmati seluruh keluarga saat malam Natal.
Tapi, usai membelah babi panggang tersebut, keluarga mereka dibuat kaget sekaligus kesal.
Bukannya berisi daging babi yang tebal, lechon tersebut justru berisi dedaunan.

Lechon yang dipesan keluarga Lim
Semua lapisan daging babi sudah tak ada, bahkan tulang rusuknya pun tak ada.
Isi perut babi tersebut hanya dipenuhi daun.
Lim yang merasa kesal akhirnya mengunggah kejadian ini ke media sosial.
Ia mengingatkan pembeli lainnya agar tak membeli lechon dari tempat yang sama.
Lim mengaku marah bukan karena batal makan babi panggang.
Ia lebih kesal karena mengetahui niat buruk si penjual.

Lechon yang dipesan tak ada dagingnya
Meski Lim kesal, unggahannya ini justru viral dan dianggap menghibur oleh beberapa netizen.
Bahkan ada yang menyarankan untuk mengganti nama lechon ini menjadi lumpia babi raksasa.
Ada juga yang menganggap lechon ini lebih sehat karena berisi sayuran.
Beberapa netizen berpendapat bahwa menu ini adalah lechon tanpa tulang dan daging.
Atas unggahan ini, kebanyakan netizen juga ikut marah pada si penjual.
Mereka menyarankan Lim untuk mengembalikan lechon tersebut ke si penjual.
thumbnail

On November 07, 2017 with 2 comments


Tidak sedikit orang pasrah ketika ditilang tanpa memeriksa apakah dirinya benar-benar malakukan kesalahan atau tidak. Maka tidak heran jika barangkali semua orang sepakat bahwa ditilang itu merupakan pengalaman tak mengenakkan. Namun, dilansir dari laman grid.id, ada sebuah video yang memperlihatkan bagaimana seorang pengemudi yang sudah diberhentikan polisi, hendak ditilang, tapi ia bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dan akhirnya dipersilakan polisi untuk melanjutkan perjalanannya.
Video ini dibuat oleh akun Facebook bernama Kodok Merah yang menulis dirinya dengan nama Dedy Setyawan. Videonya yang merekam semua adegan yang terjadi saat mobil berjalan ini dibuat menggunakan dashcam atau kamera tambahan yang dipasang di dashboard mobil.
Dedy ditilang di Surabaya sekitar pukul 15.55 WIB di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Mal Royal Plaza Surabaya, Minggu, 15 Oktober 2017. Alasan kenapa Dedy ditilang disebut polisi karena melanggar markah jalan. Awalnya, Dedy terlihat mendebat, namun percuma. Dedy kemudian dioper ke ‘sang komandan’ oleh polisi yang menindaknya.
Sang komandan pun satu suara dengan polisi sebelumnya mengatakan bahwa Dedy melanggar. Bahkan dia bilang, “Rambu rambunya sudah jelas.” “Anda kalau ngeyel nanti bisa dilihat rekaman CCTV-nya di pengadilan,” kata sang komandan.
Namun, berkat satu alat yang digunakan Dedy, yakni dashcam itu, Dedy bisa lolos dari tilang sebab bisa membuktikan bahwa dirinya tidak melanggar rambu rambu apapun. Bukti yang Dedy tunjukkan dari dashcam-nya itu jelas sangat kuat dan tak terbantahakn sebab memperlihatkan bagaimana Dedy melajukan mobilnya.
Dengan video yang diunggahnya itu, Dedy menulis, “Alhamdulillah, Bapak yang sedang bertugas beserta komandannya akhirnya memperbolehkan saya melanjutkan perjalanan setelah kita nonton CCTV bareng. Video itu diunggah Dedy di Facebook dan dengan seketika ditonton sekitar 82.000 orang serta 4.500 orang membubuhkan jempol pada unggahannya itu. Dalam video itu juga Dedy turut memberi nasehat kepada netizen untuk mengambil pelajaran dari pengalamannya.

BACA SUMBER
thumbnail

On November 04, 2017 with 2 comments



BERANG: Dewan Komisi III DPRD Kota Pasuruan melempar batu untuk ngetes kualitas bangunan pagar di gedung unit farmasi milik Dinas Kesehatan di Jalan Ir Juanda, Senin (16/10) pagi.(M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

BUGULKIDUL - Komisi III kembali menggelar sidak, Senin (16/10). Kali ini giliran pembangunan unit farmasi milik Dinas Kesehatan (Dinkes) yang didatangi. Dewan pun berang setelah melihat proyek pembangunan pagar ada yang kurang sempurna. Alhasil, sejumlah anggota dewan yang melakukan sidak itu merobohkan bangunan pagar.
Sesaat setelah tiba di lokasi proyek yang terletak di Jalan Ir Juanda itu, rombongan komisi III langsung memeriksa kondisi pagar. Semen perekat bata merah yang menjadi bahan pembangunan pagar itu memang masih terlihat basah. Hal itu lantas membuat Helmi berinisiatif untuk menekan pagar dengan potongan bambu. Tak pelak, dengan sedikit tekanan yang diberikan, pagar itu langsung koyak.

RICEK: Komisi III juga melihat struktur bangunan pagar unit farmasi.(M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
Kualitas pengerjaan proyek yang dinilai buruk itu membuat sejumlah anggota Komisi III yang melakukan sidak, geram. Secara bergantian, mereka lantas membongkar bangunan pagar yang masih dalam proses pengerjaan itu. Hal itu dilakukan dengan cara menendang, hingga memukul pagar dengan bambu dan pecahan batu.
“Pembangunan dengan kualitas seperti ini tak bisa dilanjutkan, harus dihentikan dengan cara dibongkar agar dikerjakan ulang,” kata Helmi, ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan.

RICEK: Komisi III juga melihat struktur bangunan pagar unit farmasi.(M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
Lebih lanjut, ia meminta para pekerja proyek tersebut untuk menghentikan aktifitasnya saat itu juga. Helmi juga menyayangkan keberadaan proyek dengan kualitas semacam itu. Menurut dia, pengerjaan proyek dengan pelaksana CV Putra Mandiri itu telah melanggar ketentuan.
“Kualitasnya sangat jelek. Tentu ini melanggar, bisa kita lihat itu sudah tak sesuai bestek yang ada. Maka dari itu, kami putuskan membuat nota komisi agar proyek ini dihentikan sementara. Agar dikerjakan ulang dengan kualitas sebagaimana mestinya,” tukas M Sodiq, anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr Bambang Pramono yang juga berada di lokasi proyek itu berjanji, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Bahkan, ia mengaku tak memahami pengerjaan teknis dari proyek senilai Rp 623 juta itu.
“Bangunannya memang milik Dinas Kesehatan, tapi kami tak tahu soal teknis. Karena sesuai kewenangan, secara teknis untuk pengerjaan ditangani dan diawasi langsung Dinas PU Cipta Karya,” tandasnya.
BACA SUMBER
thumbnail

On November 02, 2017 with 3 comments



Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana kepergok mampir makan di salah satu rumah makan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.
Momen orang nomor satu di Indonesia itu mampir di rumah makan terekam dalam sebuah video yang diduga diambil salah satu pengunjung rumah makan tersebut.
Video amatir itu kemudian diunggah ke media sosial, salah satunya di akun facebook Mak Lambe Turah. Dalam video berdurasi 1 menit 14 detik itu tampak beberapa anggota paspampres yang mengenakan pakaian batik masuk ke rumah makan.
Mereka sepertinya hendak memeriksa terlebih dahulu apakah tempat yang dituju Jokowi aman atau tidak. Beberapa paspampres pun terlihat berbincang dengan pramusaji restoran untuk memberikan arahan.

Pramusaji berjejer di depan pintu masuk restoran dengan sikap sempurna untuk menyambut kedatangan presiden. Selang beberapa saat kemudian masuk lagi beberapa paspampres dan selanjutnya diikuti Presiden Jokowi.
Sejumlah pengunjung tampak berteriak riuh saat mantan Gubernur DKI Jakarta ini masuk ke rumah makan. Yang mengejutkan, Jokowi tidak mengenakan pakaian resminya hanya kaos oblong tangan panjang, celana olahraga hitam dan sepatu kets.
Jokowi bersama Paspampres langsung menuju lantai dua restoran. Tak lama kemudian dari balik pintu masuk restoran muncul Ibu Negara yang ditemani seorang wanita dan sejumlah staf serta Paspampres.
Video keserdehanaan Jokowi dan Ibu Negara tentunya mendapat sambutan hangat dari warganet.

“Bapak president ku selalu jadi diri sendiri gk mau ribet harus formal segala,,,sederhana di bilang pencitraan,,terus yg suka pamer pake duit rakyat di bangga”kan haaaaaa orang indonesia masih pada waras gk sih ya? Yg bilang ini pencitraan,” tulis akun Yumiie Sputnix.
Lihat videonya di bawah ini :

BACA SUMBER
thumbnail

On November 02, 2017 with 1 comment



Jagat maya dibuat geger dengan penemuan makhluk mirip kucing kecil berkepala manusia yang diklaim ditemukan di Malaysia.
Penemuan tersebut cukup menghebohkan warga karena ada 'bukti' berupa video dan foto-foto.
Karenanya polisi angkat bicara mengenai foto dan video yang jadi viral tersebut, seperti dilansir dari Mirror.co.uk, Rabu (18/10/2017)
Petugas menyangkal keberadaan hewan tersebut, meskipun ada video dan foto yang beredar di jagat maya.

(mirror.co.uk)
Video tersebut diduga dibuat di daerah Pahang, Malaysia bagian barat.
Video itu menunjukkan makhluk berkulit merah jambu dengan badan mirip kucing dan kepala mirip manusia.
Makhluk itu memiliki cakar tajam pada keempat kakinya dan dua gigi runcing di bagian wajahnya.

(mirror.co.uk)
Selain itu makhluk tersebut juga memiliki rambut hitam tipis dan juga ekor di bagian belakangnya.
Meski foto dan video makhluk tersebut viral, namun Kepala Kepolisian Datuk Rosli Abdul Rahman mengatakan bahwa itu hanya kebohongan semata.
ADVERTISING
inRead invented by Teads

(mirror.co.uk)
"Menurut penyelidikan, gambar-gambar itu diunduh dari internet sebelum dibagikan di media sosial,lalu pengunggah menyatakan ada penemuan makhluk aneh di Pahang," ujar Datuk Rosli.
"Saya harap masyarakat berhenti menyebarluaskan kabar penemuan yang belum tentu kebenarannya itu,"tambahnya.
Gambar-gambar dan video itu diduga hanyalah mainan terbuat dari silikon berbentuk 'bayi werewolf' yang dijual secara online.

(mirror.co.uk)
Polisi menambahkan bahwa tidak ada wujud nyata makhluk yang dilaporkan itu.
Sebelumnya dikabarkan beredar di media sosial gambar binatang aneh seperti kucing.
Binatang aneh itu dilaporkan ditemukan di perbatasan Pahang.
Postingan tersebut juga menyebutkan makhluk itu tengah ditahan di laboratorium yang lokasinya tak diketahui. (TribunWow.com/Ekarista Rahmawati P.)
Lihat video berikut ini:

BACA SUMBER
thumbnail

On October 31, 2017 with 1 comment


Berniat menagih arisan, J (16), warga Jalan Kadir TKR Kelurhaan 36 Ilir, Kecamatan Gandus ini, malah menjadi korban bullying dan penganiayaan yang dilakukan teman-teman sekolahnya yakni AR dan kawan-kawan.
J ditampar dan dipaksa membuka hijab dan masker yang digunakannya saat itu‎‎.
Bahkan, apa yang dilakukan terhadap J, direkam geng AR ini dan diupload di media sosial Instagram.
Merasa malu dan tak senang atas apa yang dilakukan teman-temannya tersebut.
Ditemani ibundanya, akhirnya J membuat laporan di SPKT Polresta Palembang.
Saat berkonsultasi dengan petugas di SPKT Polresta Palembang.
Pelajar di satu SMA Negeri di Palembang ini mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat ia dipanggil AR dengan alasan hendak membayar arisan.
"Saya dipanggil oleh mereka. Selanjutnya, saya ditarik dan diajak ke dalam mobil mereka itu," terangnya kepada petugas.
Selanjutnya, J diajak kawanan ini di depan kolam renang Garuda.
Disana, terjadilah bullying yang dilakukan AR CS kepada J.
"Disana ada teman-teman yang lain pak sudah menunggu, sekitar 2-3 mobil," katanya.
Sembari melapor, J pun menunjukkan video kejadian yang menimpanya tersebut.
Saat itu J yang masih menggunakan seragam sekolah dikerumuni pelajar lainnya.
Sembari menarik masker dan jilbab.
Salah satu geng juga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.‎
Bahkan, selanjutnya, setelah ditarik, gadis tersebut pun langsung ditampar.
BACA SUMBER